PRIMATS

.

Sunday, May 18, 2014

PELANTIKAN RAKIT DAN TERAP 2014

RAGAM PHOTO PELANTIKAN RAKIT DAN TERAP GUDEP 08001 - 08-002
PANGKALAN MTs NEGERI BUNISEURI
PUSDIK SPP, ALINAYIN CIAMIS, 17-18 MEI 2014


Peserta Puteri berfose selepas Olahraga Pagi

Makan Pagi bersama

Rehat sebentar saat Pengembaraan

Penuh Kecerian walau lelah saat pengembaraan

Briefing dulu sebelum melanjutkan Perjalanan.

Lokasi pembuatan Bivak peserta Pelantikan.

Peserta Putera selepas Olahraga Pagi

Persiapan pemberangkatan pengembaraan

Menyusuri jalan dalam pengembaran

Meniti jembatan dalam pengembaraan.

Ayooo.. ayooo hati-hati..!!

Upacara pembukaan dibuka langsung oleh Pembina OSis

Hati hati!! Kahade tisorodot!!

Pengujian SKU

Penujian SKU dibawah rindang Pohon.

Dinamisasi Kelompok 

gerbang lokasi perkemahan @ SPP Ciamis

Hormaaaat Grak!!!


Thursday, April 3, 2014

Kak Azrul Azwar Salah Satu Putera Terbaik Bangsa



SBY: Kak Azrul Azwar Salah Satu Putera Terbaik Bangsa

Ditengah kesibukan tugas negara, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Ani Yudhoyono melayat almarhum mantan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka masa bakti 2008-2013, Prof. Dr. dr. Azrul Azwar, MPH yang disemayamkan di ruang Auditorium Kwartir, Jalan Medan Merdeka Timur 6, Jakarta.
Presiden beserta Ibu Ani Yudhoyono melakukan do’a dihadapan almarhum, salah satu putera terbaik bangsa.
Almarhum kata Presiden pernah melakukan diskusi sama beliau ketika Kak Azrul memimpin senat mahasiswa FKUI ketika almahum berkunjung ke wisma Taruna AKABRI tahun 1972.
Dengan suara yang berat, Presiden mengatakan bahwa kita kehilangan salah satu putera terbaik bangsa yang sangat konsen pada pembinaan generasi muda bangsa yang patut kita teladani.
Tidak bersalang lama, Wakil Presiden Boediono juga melayat almarhum Azrul Azwar MPH dan menyempatkan diri berdo’a di hadapan almarhum.
Sementara acara pelepasan dipimpin oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI, Agung Laksono
Sebelumnya telah dilakukan sholat jenazah yang langsung dimpimpin oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2013-2018, Dr. Adhyaksa Dault, SH, M.Si.
Inisiator Undang Undang Gerakan Pramuka yang juga Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2008-2013, Azrul Azwar meninggal dunia, Selasa sore (1/4) pukul 17.55 WIB. Kak Azrul, begitu Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH biasa disapa di lingkungan Gerakan Pramuka, meninggal di usianya yang ke-69 di Rumah Sakit RSCM, Jakarta.
Almarhum meninggalkan seorang istri, dr. Rihna Azrul Azwar, SKM dan tiga orang putera, yaitu Aidil Nusantara SE, Ilham Samudera MS, dr. Imam Dirgantara, serta lima orang cucu.
Azrul Azwar dilahirkan di Kotacane, Aceh Tenggara, Aceh, 6 Juni 1945, resmi menjabat sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka pada tanggal 10 Mei 2004. Beliau bersama pengurus Kwarnas dilantik oleh Presiden RI saat itu, Megawati Soekarno Puteri di Istana Negara. Selain pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dua masa bakti, 2003-2008 dan masa bakti 2008-2013, beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) selama dua masa bakti. 
Semasa menjabat sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka sejak tahun 2003, Almarhum Azrul Azwar membuat prestasi gemilang dalam membangun image Gerakan Pramuka dengan mengusung konsep Revitalisasi Gerakan Pramuka. Konsep ini dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 2006.
Staf Pengajar/Guru Besar FKUI, Jakarta ini juga dikenang sebagai seorang inisiator dan berhasil mewujudkan amanat Munas Gerakan Pramuka, yaitu terbitnya Undang Undang Gerakan Pramuka nomor 12 Tahun 2010
Mantan Direktur Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat Depkes RI ini meyakini bahwa Gerakan Pramuka mempunyai peranan yang besar dalam pembentukan karakter kaum muda, menanamkan cinta dan semangat kebangsaan pada kaum muda, serta meningkatkan keterampilan kaum muda, yang ketiganya dipandang penting untuk mempersiapkan kaum sebagai calon pemimpin bangsa yang tangguh pada masa depan, ujar Kak Azrul dalam buku mengenal lebih dekat Kak Azrul Azwar.
Di lingkungan kepramukaan internasional/dunia APR/WOSM, kak Azrul juga sangat disegani dan dihormati, karena pokok-pokok pikiran beliau untuk kemajuan organisasi kepramukaan dunia. Pada Konferensi Kepramukaan Asia Pasifik di Malaysia pada 2009, beliau terpilih sebagai anggota Komite kepramukaan. Sebelumnya pada 2007, Kak Azrul bersama sejumlah tokoh kepramukaan Asia Tenggara membentuk Asean Scout Association Regional Cooperation (ASARC) dan beliau dipercaya menjadi Ketuanya. Sejumlah penghargaan kepramukaan dari berbagai negara antara lain, Thailand, Jepang, Malaysia, Singapore, Korea dan sebagainya telah beliau terima atas perannya di kepramukaan dunia ini. 
Sekitar pukul 13.00 wib almarhum Kak Azrul di makamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Acara pemakaman dipimpin Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault. 

Jakarta, 2 April 2014
Sumber: FB Kwarnas

Jika Tali Bendera Putus ?

Jadi petugas pengibar Bendera dalam suatu upacara nampaknya memiliki suatu beban tersendiri. Tanggung jawab yang mereka miliki adalah bagaimana dapat menjalankan tugas tersebut dengan baik , lancar. Dan sempurna. Mengibarkan bendera Merah Putih di tiangnya yang tinggi dan nampak berkibar dengan bebasnya ketika ditiup angin. Begitulah harapan mereka setiap melaksanakan tugasnya sebagai Sang Pengibar Bendera.

Lalu bagaimana apabila terjadi sesuatu di luar dugaan, disaat tali tiang ditarik tiba tiba tali bagian atas putus atau roda tali bendera macet tidak mau berputar bahkan yang sering terjadi yakni tali tiang bendera keluar dari relnya/ roda. Padahal semua sudah diperiksa dan di uji coba berkali-kali. Panik ? Tidak perlu. Jalankan saja Prosedur Tetap (Protap) yang kedua.

Apabila mengalami hal semacam ini,tindakan yang dilakukan adalah :
  1. Berusaha menangkap bendera agar  tidak jatuh ke tanah.
  2. Bentangkan bendera sampai upacara selesai.
  3. Setelah upacara selesai baru kemudian dibetulkan, kibarkan bendera seperti biasanya.
Sebaiknya tidak usah panik, selain dapat mengurangi kekhidmatan jalannya upacara juga menunjukkan bahwa Petugas kurang siap dan kurang pengalaman.
Tidak pernah terbayangkan tetapi harus tetap nampak sigap, segala kemungkinan bisa saja terjadi.


Thursday, March 20, 2014

GERAKAN PRAMUKA INDONESIA (The Indonesia Scout Movement)

Sejarah Kepramukaan

Scouting yang di kenal di Indonesia dikenal dengan istilah Kepramukaan, dikembangkan oleh Lord Baden Powell sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkanscouting secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman keberhasilan Baden Powell sebelum dan sesudah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku yang berjudul “Scouting for Boy”.
Melalui buku “Scouting for Boy” itulah kepanduan berkembang termasuk di Indonesia. Pada kurun waktu tahun 1950-1960 organisasi kepanduan tumbuh semakin banyak jumlah dan ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi kepanduan yang berafiliasi pada partai politik, tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar dan metode kepanduan.
Keberadaan kepanduan seperti ini dinilai tidak efektif dan tidak dapat mengimbangi perkembangan jaman serta kurang bermanfaat dalam mendukung pembangunan Bangsa dan pembangunan generasi muda yang melestarikan persatuan dan kesatuan Bangsa.
Memperhatikan keadaan yang demikian itu dan atas dorongan para tokoh kepanduan saat itu, serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960, Presiden Soekarno selaku mandataris MPRS pada tanggal 9 maret 1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka. Beliau merasa berkewajiban melaksanakan amanat MPRS, untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan sebagai satu komponen bangsa yang potensial dalam pembangunan bangsa dan negara.
logo Pramuka
Lambang Pramuka
Oleh karena itu beliau menyatakan pembubaran organsiasi kepanduan di Indonesia dan meleburnya ke dalam suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal bernama GERAKAN PRAMUKA yang diberi tugas melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang TUNAS KELAPA di bentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.
Meskipun Gearakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961, namun secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.
Perkembangan Gerakan Pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan pentingnya oleh kaum muda, akibatnya pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak optimal. Menyadari hal tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45 Tahun 2006, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pelaksanaan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang antara lain dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka telah menghasilkan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang GERAKAN PRAMUKA.

Thursday, March 13, 2014

MOTTO GERAKAN PRAMUKA


Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota  Gerakan Pramuka bahwa setiap megikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan kode kehormatan Pramuka.

Motto Gerakan Pramuka adalah  “ SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN “Manfaat Motto Gerakan Pramuka terhadap Jiwa anggota Pramuka, antara lain :


1.   Menanamkam rasa percaya diri.2.   Menambah semangat pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara.3.   Siap mengamalkan Satya dan Darma Pramuka.4.   Rasa bangga sebagai Pramuka.5.   Memiliki Budaya Kerja yang dilandasi pengabdiannya

Motto Gerakan Pramuka wajib dihayati dan selalu diingat bagi anggota Pramuka dalam merealisasikan pengamalan Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari hari.Untuk meningkatkan kebanggaan dan kekompakan dalam satuan Gerakan Pramuka (mis. Ambalan), disamping wajib menggunakan Motto Gerakan Pramuka juga diperbolehkan membuat motto Satuan di satuan masing-masing.   ::: dari Berbagai Sumber